Sabtu, 13 Agustus 2011

LOGIKA KEHIDUPAN

Oleh S Belen
Teman-teman, ini adalah kata-kata yang tertulis pada dua pajangan kain di sebuah rumah makan di Ruteng, sebuah kota kecil yang sejuk di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Saya catat pada tanggal 1 November 2007. Semoga berguna. Salam hangat.
KURANGI DAN PERBANYAK
Dalam hidup ini …
Kurangi ucapan yang mendendam, perbanyak ucapan yang mengasihi.
Kurangi ucapan yang mengejek, perbanyak kata-kata yang menghargai.
Kurangi kata-kata yang melemahkan, perbanyak kata-kata yang mendorong.
Kurangi perkataan yang menuduh, perbanyak perkataan yang memperhatikan.
Kurangi kata-kata kritik, perbanyak kata-kata yang membangun.
Kurangi kata-kata yang sia-sia, perbanyak kata-kata yang mendatangkan inspirasi.
Kurangi kata-kata yang kasar, perbanyak kata-kata yang lemah lembut.
MAKIN BANYAK
Dalam hidup ini …
Makin banyak belajar makin banyak tahu.
Makin banyak tahu, makin banyak khawatir.
Makin banyak khawatir, makin banyak pikiran.
Makin banyak pikiran, makin banyak pekerjaan.
Makin banyak pekerjaan, makin banyak penghasilan.
Makin banyak penghasilan, makin banyak pengeluaran.
Makin banyak pengeluaran, makin banyak makan.
Makin banyak makan, makan banyak penyakit.
Makin banyak penyakit, umur jadi tidak panjang.
Hati Anda-lah yang menentukan!

Kamis, 11 Agustus 2011

Pantun


 
Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ketepian
Berakit-rakit melulu
Kapan dapat gantian?
 
Main laptop larut malam
Besok telat masuk kerjaan
Kalau adik keluar malam
Pasti lagi kejar setoran

Panas-panas kota Jakarta
Akibat pemanasan dunia
Bila ingin lulus sarjana
Tidur malam tanpa celana
 
Meler-meler ingus keteter
Sampai sakit di kepala
Hati-hati sering teler
Bisa-bisa ke alam baka

Kelap-kelip lampu diskotik
Ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya cuma keripik
  
Hujan turun rintik-rintik
Duduk berdua di teras rumah
Ingin punya cewek cantik
Syaratnya rumah dan mobil mewah

Nonton bioskop horor Indonesia
Bersama pacar cantik jelita
Hidup jangan disia-sia
Dekati wanita sebanyak-banyaknya

Jika sudah namanya cinta
Hati terasa berbunga-bunga
Kalau sudah terbawa suasana
Senyum sendiri seperti orang gila

Hari Valentine telah tiba
Pasangan berlomba saling berbagi
Takut cinta tak diterima
Dukun dapat banyak rejeki

jalan-jalan ke kota paris
banyak rumah berbaris-baris
biar mati diujung keris
asal dapat dinda yang manis…

ke cimanggis membeli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
begitu banyak gadis yang singgah
hanya dinda yang memikat hati

jika aku seorang pemburu
anak rusa kan kudapati
jika dinda merasa cemburu
tanda cinta masih sejati

darimana datangnya lintah
dari sawah turun ke kali
darimana datangnya cinta
dari mata turun ke hati

 

Sabtu, 02 Juli 2011

Motifasi



Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

Sosiologi dan Masyarakat

SOSIOLOGI DAN MASYARAKAT
A.    Sosiologi
 Sosiologi bahasa latin Socius kawan/teman, Logos ilmu pengetahuan. Ilmu Sosiologi ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyaraka sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya.
Sosiologi mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, & perilaku sosial manusia dgn mengamati perilaku kelompok yg dibangunnya. Kelompok        mencakup keluarga, suku, bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi dan sosial
August Comte  thn 1842.  Comte di kenal sbg BAPAK SOSIOLOGI.

Emile Durkheim ilmuwan sosial Perancis sebagai disiplin akademis. Herbert Spencer ilmuwan Inggris tahun 1876. Lester F.Ward ilmuwan Amerika Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

Perkembangan Ilmu Sosiologi
"Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya:
Ä  Tahap Teologis adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
Ä  Tahap Metafisis pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
Ä  Tahap Positif adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.


Ilmuwan Besar Sosiologi

Definisi Sosiologi Menurut Para Ilmuan
1.      Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral)
2.      Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
4.      J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
5.      Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

6.      Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi     
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
7.      Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada ke hidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
8.      Soejono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan ber-usaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
9.      William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
10.   Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

Pokok-Pokok Bahasan Sosiologi
Ä  Fakta sosial
Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
Ä  Tindakan sosial
Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
Ä  Khayalan sosiologis
Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.
Ä  Realitas sosial
Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga.

Tujuan Dari Ilmu Sosiologi
Tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Sudarma (2009) Sosilogi merupakan ilmu yang memiliki ruang lingkup sangat luas. Seseorang dapat melakukan kajian terhadap fenomena sosial apapun sepanjang mampu menunjukkan kamampuan riset ilmiah sesuai dengan pengembangan sosiologi.
Sosiologi adalah disiplin intelektual  mengenai pengembangan pengetahuan yang sistematis dan terandalkan tentang hubungan sosial manusia pada umumnya dan tentang produk dari hubungan tersebut.
Bierens de Hans (1954;10) Sosiologi adalah ilmu yang coba menjawab pertanyaan menganai susunannya, hakikatnya dan hubungannya, mengenal kodrat-kodrat yang menggerakannya, yang mengusai kesadaran dan perkembangannya. Josep B. Gitter sebagaimana dikutip Astrid S. Susanto mengatakan bahwa “Sociology is the study of the form and process of human togetherness”. Menurut Bierens serta Scrag dan Martin (1999:11) bahwa “Sociology is the study if human interaction and social organizations”. Oleh karena itu, sosiologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangun. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, komunitas dan pemerintahan, berbagai organisasi sosial, agama politik, bisnis dan organisasi lainnya.
Sosiologi adalah disiplin intelektual mengenai pengembangan pengetahuan yang sistematis dan terandalkan tentang hubungan sosial manusia pada umumnya dan tentang produk dari hubungan tersebut.
Sosiologi kedokteran (medical sociology) merupakan cabang sosiologi yang menfokuskan pada pelestarian ilmu kedokteran dalam masyarakat modern. Subjek ini berkembangbegitu pesat sejak tahun 1950-an hingga sekarang menjadi salah satu bidang spesialis terbesar dalam sosiologi perkembangan ini tidak bias dipingkiri, hal ini di akibatkan oleh adanya kesadaran bahwa banyak isu yang terkandung dalam perawatan kesehatan modern yang ada dasarnya merupakan masalah sosial. Namun, ini juga mencerminkan adanya peningkatan minat terhadap pengobatan itu sendiri dalam aspek-aspek sosial dari kondisi sakit (illness), terutama berkaitan dengan psikiatri, pediatric. Praktik umum (pertolongan keluarga) dan pengobatan komunitas.
Sosiologi kedokteran mencakup studi tentang faktor-faktor sosial dalam etiologi (penyebab), prevalensi (angka kejadian), dan interpretasi (penafsiran) dari penyakit tentang profesi kedokteran itu sendiri serta hubunga dokter dengan masyarakat pada umumnya.
Sosiologi kesehatan adalah subdisiplin ilmu dari bidang sosiologi. Disiplin ilmu ini merupakan ilmu terapan (applied science) dari kajian sosiologi dalam konteks kesehatan.

 Metodologi Sosiologi
Pada konteks ini, dapat dikatan bahwa sosiologi adalah ilmu yang hendak mengerti dan menjelaskan tindakan-tindakan sosial dari manusia yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat. Sosiologi harus meneliti mengenal pola interaksi secara teliti, bagaimana pengaruh interaksi terhadap tindakan dan pembentukan kelompok atau masyarakatnya.
Beberapa karateristik observasi yang dapat dikatakan sebuah observasi ilmiah, yaitu :
a.       Observasi harus bersifat cermat. Observasi ilmiah jangan tergesa-gesa atau terburu-buru. Pengamatan ini harus dilakukan dengan penuh hati-hatian, sehingga hasil pengamatan ini dapat secara maksimal dan teliti.
b.      Observasi ilmiah harus bersifat tepat. Bila kecermatan mengacu pada kesehatan suatu pertanyaa, maka ketepatan ini menentukan pada aspek  pengukuran atau derajat. Oleh karena itu, penggunaan pengukuran (kuantifikasi) menjadi sangat penting. Misalnya “mengamati lima orang pasien di rumah sakit,”bukan” mengamati beberapa orang pasien di rumah sakit”.
c.       Observasi ilmiah harus sistematis, artinya memiliki kerangka, susunan dan langkah-langkah observasi yang jelas.
d.      Observasi harus objektif. Objektif ini adalah kemampuan untuk melihat dan menerima fakta sebagaimana adanya dan bukan apa yang diharapkan.
e.       Observasi dilakukan oleh pengamat yang terlatih. Satu milyar manusia yang pernah melihat orang sakit, belum dapat dikatakan sebagai orang yang melakukan observasi. Orang terlatih dalam kemampuan pengamatan didukung oleh pelatih/kursus, latar pendidikan dan bekal keilmuan.
f.       Observasi ilmiah dilakukan dibawah situasi yang terkendali. Ide ini meminjam dari ilmu pengatahuan alam dimana pengamatan ilmiah biasanya dilakukan dalam sebuah laboratoruim dengan situasi dan kondisi yang dapat dikendali. Dalam ilmu sosial, pengamatan yang terkendali ini berarti bahwa penelitian dilakukan dalam ruang lingkup yang jelas dan pasti sehingga ketepatan penelitian dapat diukur dengan baik. Artinya meskipun banyak anggota masyarakat yang mengaku bahwa penyakit yang diidapkan ini disebabkan oleh makhluk halus, namun seorang peneliti kesehatan tidak dapat mengukur sejauh mana pengaruh makhluk halus mempengaruhi penyakit seorang pasien.

Selain metode observasi, sosiologi pun menggunakan metode cross-sectional dan studi longitudinal. Pada dasarnya metode riset sosiologi tidak jauh berbeda dengan metode riset bidang ilmu sosial lainnya. Menurut Horton dan Hunt (1993:30) “metode riset sosiologi dapat dapat bersifat cross-sectional dan studi longitudinal.


Metode cross-sectional merupakan studi terhadap suatu bidang kajian sosiologi yang luas memiliki jangka waktu. Misalnya, kajian mengenal “Budaya masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kota dari sampah: studi terhadap Budaya Sehat Masyarakat Kota Bandung pada Tahun 2002”. Teknik ini berupaya untuk menjelaskan mengenai budaya masyarakat dalam merespons samapah kota.
Sedangkan studi longitudinal merupakan studi yang berlangsung sepanjang waktu dan menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian observasi sebelum dan sesudahnya.  Misalnya melakukan kajian terhadap budaya orang tua dalam memberikan asupan nutrisi pada bayi, dari usia 0-3 tahun. Dengan mencerminkan pokok masalah ini, pokok utama studi longitudinal yaitu penelitian terhadap sebuah kasus dengan menggunakan waktu yang cukup panjang.
Studi longitudinal dapat bersifat propektif atau restrospektif. Studi yang bersifat restrospektif (ex post facto) adalah studi yang bekerja mundur dan mempergunakan data yang telah dicatat. Sebagai contoh bila kita meneliti kebiasaan dalam menggunkan ruang-ruang rumah sakit maka kita dapat melihat data kejadian penggunaan ruang rumah sakit pada tahun-tahun sebelumnya penggunaan data skunder atau statistic sesunggunya dapat memberikan penjelasan mengenai fenomena kesehatan di masa lalu.


Peran Sosiologi dalam Praktik Kesehatan
Berdasarkan hal tersebut, secara teori dapat dikemukakan beberapa peran umum sosiologi/ sosiolog dalam pengembangan ilmu maupun pelayanan kesehatan masyarakat:
a.       Sosiolog sebagai ahli riset
Sebagai seorang ilmuan, seorang seorang sosiolog memiliki tanggung jawab untuk melakukan penelitian ilmiah, sosialisasi kelimuan, dan juga pembinaan pola piker terhadap masyarakat.
Dalam peran sebagai ahli riset ini, sosiolog juga berkewajiban untuk meluruskan berbagai pendapat masyarakat awam atau kalangan tertentu yang lebih disebabkan karena salah informasi atau takhayul yang dapat menghancurkan pola piker manusia. Misalnya mengenai pengaruh gerhana bulan terhadap kesehatan anak yang dikandung.
b.      Sosiolog sebagai konsultan kebijakan.
Sosiologi memiliki kaemampuan untuk menganalisis fakta sosial, didamaika  sosial dan kecenderungan proses, serta perubahan sosial. Dalam skala jangka panjang, sosiologi memiliki kemampuan untuk meramalakan pengaruh dari sebuah kebijakan terhadap kehidupan sosial.
Tren perkembangan sosial-sebagaimana telah ditunjukkan dalam statistik sosial-dapat menganalisis ramalan-ramalan sosial yang mungkin terjadi dimasa yang akan dating. Oleh karena itu, dalam kaitan dengan masalah ini, sosiolog dapat menunjukkan perannya bukan hanya sebagai ahli sebagai riset melainkan menjadi seorang konsultan kebijakan.
c.       Sosiolog sebagai teknisi
Seorang sosiolog dapat terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat untuk member saran-saran dalam masalah moral, hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, hubungan antarkelompok dalam suatu organisasi. Peran sosiolog sering mengambil keahlian khusus dalam bidang psikologi sosial, sosiologi industry, industry pedesaan, sosiologi perkotaan, atau sosiologi organisasi yang majemuk.
Salah satu di anatar peran teknisi yang dapat ditunjukkan yaitu mulai munculnya sosiologi klinis. Istilah ini sesungguhnya merupakan penyebutan terhadap kebiasaan sosiolog masa lalu dalam melakukan kajian terhadap masalah kesehatan. Namun, pada masa sekarang sosiologi klinis lebih cenderung menunjukkan peran dirinya pada sosiologi terapan dalam menganalisis masalah kesehatan.
d.      Membantu dalam meningkatkan peran sebagai guru/pendidikan kesehatan.
Dengan belajar sosiologi, seorang tenaga kesehatan dapat memehami sifat, karakter, atau norma masyarakat yang berlaku, sehingga pada akhirnya program promosi kesehatan atau agenda pembangunan kesehatan pada suatu masyarakat akan dapat berjalan dengan efektif. Kealpaan kita dalam memahami karakter atau nilai dan norma masyarakat, dapat menyebabkan retensi dari masyarakat terhadap program pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, sosiologi dapat memberikan kontribusi wawasan dan pemahaman terhadap tenaga kesehatan atau para pengambil kebijakan dalam bidang kesehatan.

Hakikat Ilmu Sosiologi
            Hakikat ilmu sosiologi dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Ilmu sosial bukan ilmu pengetahuan alam/kerohanian
2.      Merupakan displin ilmu yang kategoris dan bukan yang normative
3.      Pure science bukan appliced science
4.      Ilmu pengetahuan yang abstrak bukan konkret
5.      Bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum
6.      Pengetahuan yang bersifat empiris dan rasional
7.      Pengetahuan yang umum bukan ilmu pengetahuan khusus
Manfaat mempelajari ilmu sosial dan hubungan ilmu sosial dengan sosiologi adalah:
Ä  Untuk menyeragamkan perilaku
Ä  Riset terhadap organisasi yang besar dan kompleks
Ä  Analisis masalah-masalah sosiologi dasar
Ä  Riset dengan penekanan proses dan kemungkinan terjadinya perubahan
Ä  Riset secara operatif dan objektif terhadap sistem perilaku

Interaksi sebagai Konsep Dasar Sosiologi
            Menurut Simmel interaksi konsep dasar sosiologi terdiri dari:
1.      Orientasi tugas (task oriented). Orientasi tugas merupakan suatu strategi pemecahan masalah atau problem solving strategis dengan cara-cara yang kontruktif dan berorientasi pada kenyataan. Upaya tersebut dapat mengurangi stress secara efektif untuk waktu yang lama. Selain itu, langkah tersebut juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kayakinan diri dan kemampuan untuk mengahdapi serta memecahkan masalah yang akan datang.
2.      Orientasi ego (ego oriented). Metode ini dikenal dengan istilah mekanisme pertahanan diri atau defence mechanis. Mekanisme ini berfungsi hanya untuk melindungi atau memperthankan diri dari berbagai serangan atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Sifatnya hanya sementara dan masalah yang dihadapi masih tetap ada.

Karakteristik Respons Adaptif
Ä  Semua respons adaptif pada dasarnya brupa mempertahankan keseimbangan.
Ä  Adaptif adalah keseluruhan respons pada manusia (holistic).
Ä  Respons adaptif sifatnya terbatas.
Ä  Adaptasi memerlukan waktu, bias berjangka pendek apabila respons tidak secara terus-menerus atau sebaliknya bias berjangka panjang bila respons terjadi secara terus-menerus. Hal ini bergantung pada kemampuan individu masing-masing.
Ä  Kemampuan adatasi terhadap individu berbeda-beda.
Ä  Respons adaptif mungkin tidak adekuat, jika terjadi hambatan atau kesulitan adaptasi akibat tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi.
Ä  Respons adaptif dapat melelahkan karena memerlukan energi dan sumber.

Menururt Soehatro Herdjan (1979) secara garis besar, mekanisme pertahanan ego dibagi dalam tiga kategori, yaitu mekanisme pengingkaran (negrasi), mekanisme pelarian (escape mechanism), dan mekanisme substitusi (substitution mechanism). Namun, secara terinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
Ä  Rasionalisasi. Merupakan suatu usaha untuk menghindari masalah psikologis dengan selalu memberikan alas an secara rasional, sehingga masalah yang dihadapi dapat teratasi.
Contoh: Sebenarnya adalah IQ-nya kurang.
Ä  Displacement (mengisar). Merupakan uapaya untuk mengatasi masalah psikologis dengan melakukan perpindahan tingkah laku keada objek lain.
Contoh: Seorang mahasiswa berbuat kesalahan pada waktu praktik laboratorium dan dimarahi oleh pembimbing, kemudian dia marah-marah lagi kepada sesama temannya.
Ä  Identifikasi. Suatu cara yang digunakan individu untuk menghadapi orang lain dengan membuatnya menjadi kepribadiannya, ia ingin serupa dan bersifat seperti orang lain tersebut.
Contoh: Seorang mahasiswa yang menganggap salah seorang dosennya dalam mengajar bertutur kata baik, menrangkannya jelas, dan simpatik maka mahasiswa tersebut ingin serupa dan bersifat seperti dosen tersebut.
Ä   Kompensasi. Upaya untuk mengatasi masalah dengan cara mencari kepuasan pada situasi yang lain atau bidang lain.
Contoh: Seorang mahasiswa akper prestasi belajarnya rendah, tetapi menonjol dalam bidang kerohanian.
Ä  Proyeksi. Merupakan mekanisme pertahanan diri dengan menetapkan sifat batin sendiri ke dalam sifat batin orang lain.
Contoh:  Ia membenci pada orang lain kemudian mengatakan pada orang bahwa orang lain membencinya. Mutu proyeksi lebih rendah dari rasionalisasi.
Ä  Represi. Upaya untuk mengatasi masalah dengan cara menghilankan pikiran masa lalu yang buruk dengan melupakannya atau menahan di alam tidak sadar dan sengaja dilupakan.
Contoh: Kita mencoba melupakan pengalaman pahit masa lalu. Hal-hal yang ditekan ini akan tetap di alam tidak sadar.
Ä  Supresi. Upaya untuk mengatasi masalah dengan menekan masalah yang tidak diterima dengan sadar dan individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan.
Contoh: Seorang berkata,”Sebaiknya kita tidak lagi membicarakan hal itu”.
Ä  Denial. Upaya pertahanan diri dengan cara penolakan terhadap masalah yang dihadapi atau tidak mau menerima kenyataan yang dihadapi.
Contoh: Seorang penderita penyakit diabetes mellitus makan semua makanan yang sebenarnya harus pantang.
Ä  Overcompensation atau reaction formation. Perilaku seorang yang gagal dalam mencapai tujuan dan dia tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan melupakan dan melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama.
Contoh: Seorang anak yang dimarahi jika berpakaian kotor, bereaksi dengan menjadi sangat rapid an bersih, serta menghindari hal-hal yang kotor.

B.     Masyarakat
Definisi Menurut Tokoh-Tokoh, yaitu:
Ä  Maclver dan Page
Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat.
Ä  Ralph Linton
Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batasbatas yang dirumuskan dengan jelas Selo Soemardjan.
Ä   Emile Durkhei
Masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
Ä  Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis
Ä  M.J. Heskovits
Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu
Ä  J.L Gillin dan J.P. Gillin
Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan dan persatuan yang sama.
Ciri-Ciri Masyarakat
1.      Saling bergantung dan menempati wilayah dengan batas tertentu.
2.      Adanya kesinambungan dalam waktu.
3.      Merupakan kesatuan hidup bersama yang saling berinteraksi anatara sesama anggota dan kesinambungan.
4.      Memiliki kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, norma-norma hokum, serta aturan-aturan yang mengatur semua pola tingkah laku warga dan dipatuhi oleh seluruh anggota kelompok.
5.      Memiliki identitas atau ciri-ciri kepribadian yang sam, kuat, dan mengikat keseluruh warga, seperti berupa bahasa, pakaian, simbil-simbol tertentu (perumahan), benda-benda tertentu (mata  uang, alat pertanian, dan lain-lain.
6.      Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem hidup bersama menimbulkan kebudayaan karena merasa dirinya terkait satu dengan lainnya.

Sedangkan ciri masyarakat menurut Soekarno adalah adanya daerah atau batas tertentu, manusia yang bertempat tinggal, adanya kehidupan masyarakat, dan adanya dan hubungan sosial antara anggota kelompoknya. Dengan demikia tidak semua manusia yang bergaul dan berinteraksi itu adalah masyarakat. Sebagai contoh, sekumpulan manusia yang menonton pertandingan sepak bola tidak dapat disebut sebagai masyarakat karena mereka tidak memiliki ikatan apapun, kecuali perhatian yang sama terhadap sepak bola.

Proses Terbentuknya Masyarakat
Masyarakat terbentuk ketika sekumpulan orang mendiami suatu wilayah bersama dan menjalin pergaulan sosial sehingga menghasilkan suatu sistem nilai, sistem sosial, dan kebudayaannya.
Ä  Naluri sosial
Manusia mempunyai naluri untuk berhubungan dengan sesamanya. Hubungan-yang berkesinambungan ini menghasilkan pola-pola interaksi sosial.
Ä  Sistem nilai sosial
Nilai sosial adalah hal-hal, sesuatu, unsur-unsur material maupun non material yang mengandung ukuran (nilai) yang dianggap baik, penting, berguna dalam masyarakat.
Sistem nilai sosial adalah nilai-nilai tertentu yang merupakan suatu kesatuan untuk suatu kepentingan atau kegiatan. Contoh: Sistem nilai perkawinan didalamnya terdapat nilai cinta kasih, nilai pengorbanan, nilai saling menyesuaikan, lembaga perkawinan, nilai kekerabatan dan sebagainya.
Ä  Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia, didalam masyarakat terdapat kebudayaan, karena masyarakatlah pembentuk kebudayaan.

Unsur-Unsur Masyarakat
Ä  Manusia yang hidup bersama.
Di dalam Ilmu Sosial tidak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. Akan tetapi secara teoretis angka minimnya adalah dua orang yang hidup bersama.
Ä  Bercampur untuk waktu yang cukup lama.
Oleh karena dengan berkumpulnya manusia akan timbil manusia-manusia baru. Manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti; mereka juga mempunyai keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbulah sistem komunikasi dan timbulah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara  manusia dalam kelompok tersebut.
Ä  Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
Mereka merupakan  suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan lainnya.
Tipe-Tipe Masyarakat
1.      Masyarakat paguyuban (gemeinschaf), yaitu suatu kelompok yang didalamnya terdiri atas anggota-anggota  yang hidup bersama dan diikan oleh hubungan batin yang murni. Serta bersifat alamiah dan kekal. Oleh karena itu, hubungan antaranggota kelompok ini intim (sangat akrab dan mesra), private (sangat mementingkan kedekatan lahir dan batin dengan beberapa orang saja), dan eksklusif (bersifat khusus dan tertutup sehingga hanya berlaku untuk kelompoknya.
2.      Masyarakat petembangan (gesselschaft), yaitu kelompok di mana antaranggota bersifat longgar, berjangka waktu tertentu (tidak langgeng) serta bersifat kontraktual.
3.      In-group, yaitu kelompok yang oleh anggota-anggota dijadikan tempat untuk mengidentifikasikan jati dirinya.
4.      Out-group, yaitu kelompok yang oleh anggota-anggotanya diartikan sebagai lawan in-groupnya.
5.      Primarygroup, kelompok yang ditandai dengan adanya saling mengenal antaranggota-anggotanya, adanya kerja sama yang erat, dan bersifat pribadi.
6.      Secondary group, yaitu kelompok sosial yang terdiri atas banyak orang yang kerja sama antaranggotanya serta bersifat rasional dan ekonomis.



Ciri-Ciri Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa
a.       Masyarakat Desa
1.      Hubungan keluarga dan masyarakat sangat kuat.
2.      Adat istiadat masih dipegang sangat kuat.
3.      Sebagian besar memiliki kepercayaan terhadap hal-hal yang gaib.
4.      Tingkat buta huruf masih tinggi.
5.      Masih berlaku hokum tak tertulis.
6.      Jarang dan bahkan tak ada lembaga pendidikan khusus di bidang teknologi dan keterampilan
7.      Sistem ekonomis yang sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sebagian kecil dijual.
8.      Gotong-royong sangat kuat.
b.      Masyarakat Kota
1.      Hubungan didasarkan atas kepentingan pribadi.
2.      Hubungan antarmasyarakat dilakukan secara terbuka saling mempengaruhi.
3.      Kepercayaan masyarakat yang kuat akan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi.
4.      Stara masyarakat digolongkan menurut profesi dan keahlian.
5.      Tingkat pendidikan formal tinggi dan merata.
6.      Hukum yang berlaku adalah tertulis.
7.      Ekonomi hampir seluruhnya ekonomis pasar.
8.      Gotong-royong tidak sekuat masyarakat desa.

Namun demikian, ciri-ciri masyarakat kota dan desa tersebut diatas tidak semuanya kita dapatkan dalam masyarakat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, tidak semua masyarakat desa memiliki kepercayaan pada hal-hal yang bersifat gaib, dan juga saat ini pendidikan masyarakat desa sudah mulai merata, serta masih banyak lagi perubahan yang terjadi.

            Komponen-Komponen Dasar Suatu Masyarakat
1.    Populasi → warga-warga suatu masyarakat yang dilihat dari setiap sudut pandangan kolektif.
2.    Kebudayaan Hasil karya, cipta dan rasa dari  kehidupan bersama yang mencakup:
ü  Sistem lambang-lambang informasi
3.    Hasil-hasil kebudayaan material Organisasi sosial → jaringan hubungan antara warga-warga masyarakat yang bersangkutan, yang antara lain mencakup :
ü  Warga masyarakat secara individual
ü  Peranan-peranan
ü  Kelompok-kelompok sosial
ü  Kelas-kelas social
 
Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat agar dapat terus hidup:
a.       Adanya populasi dan populasi replacement
b.      Informasi
c.       Energi
d.      Materi
e.       Sistem komunikasi
f.       Sistem produksi
g.      Sistem distribusi
h.      Sistem organisasi sosial
i.        Sistem pengendalian sosial
j.        Perlindungan masyarakat terhadap ancaman-ancaman yang tertuju pada jiwa dan harta bendanya.

Norma-Norma Dalam Masyarakat
Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan sentosa. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi dan lain-lain.
Norma terdiri dari beberapa macam/jenis, antara lain yaitu :


1.      Norma Agama
Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para penganutnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat, orang tersebut cenderung melanggar norma-norma agama.
2.      Norma Kesusilaan
Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari norma kesusilan.
3.      Norma Kesopanan
Adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Cara berpakaian dan bersikap adalah beberapa contoh dari norma kesopanan.
4.      Norma Kebiasaan (Habit)
Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. Kegiatan melakukan acara selamatan, kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini.
5.      Norma Hukum
Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Sangsi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Melanggar rambu-rambu lalulintas adalah salah satu contoh dari norma hukum.

KESIMPULAN
Sosiologi bahasa latin Socius kawan/teman, Logos ilmu pengetahuan. Ilmu Sosiologi ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyaraka sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya.
Sosiologi mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, & perilaku sosial manusia dgn mengamati perilaku kelompok yg dibangunnya. Kelompok        mencakup keluarga, suku, bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi dan sosial
”August Comte  thn 1842.  Comte di kenal sbg BAPAK SOSIOLOG”.
Emile Durkheim ilmuwan sosial Perancis sebagai disiplin akademis. Herbert Spencer ilmuwan Inggris tahun 1876. Lester F.Ward ilmuwan Amerika Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat.” Maclver dan Page”